NAMA SISWA : ARIEF RAHMAN BNTORO

NISIS            : 20190435-E

PANGKAT    : SERDA

NO ABSEN   : 15 

CONTOH DRONE FIXED WINGS UNTUK MILITER

  SUPER DRONE


 SUPER DRONE

Untuk masalah jelajah, drone ini hanya mampu menempuh jarak 100 meter saja. Namun dengan kemampuan bertahan di udara yang lama, drone ini cukup bisa diandalkan. Super Drone memiliki berat 120 kg ini mampu membawa muatan seperti kamera hingga mencapai 45 kg. Kemampuan ini membuat Super Drone akan menjadi proyek unggulan TNI AD. Apalagi drone ini dibuat oleh pemuda Indonesia.

Inilah lima drone mata-mata terbaik Indonesia yang menjadi senjata pamungkas TNI. Ke depannya drone akan semakin banyak dibuat dan diterbangkan di kawasan vital Indonesia agar tidak kecolongan jika ada penyusup dari negara lain.

 DRONE BAYRAKTAR TB2


    Liputan6.com, Ankara - Seorang reporter dari Bild, salah satu surat kabar terbesar Jerman, menulis sebuah artikel tentang kemampuan drone Turki. Artikel dari jurnalis Julian Ropcke yang berjudul "Pasukan Erdogan menghancurkan senjata berteknologi tinggi Putin," menunjuk pada keberhasilan pesawat tak berawak Bayraktar di medan perang.

Röpcke kemudian menyematkan sebuah video dalam karya tersebut, yang menunjukkan UAV Turki menembak jatuh sistem pertahanan udara Pantsir S1 (SA-22) buatan Rusia seharga US$ 14 juta di Saraqib, Suriah.

DRONE MQ-1C GRAY EAGLE


    Hobbymiliter.com – Amerika Serikat berencana untuk meluncurkan pesawat tanpa awak MQ-1C Gray Eagle terbaru untuk berjaga-jaga di daerah Korea Selatan. Drone ini memiliki kemampuan untuk melakukan penerbangan pengamatan sekaligus serangan rudal. Demikian disampaikan oleh kantor berita Korea Selatan, Chosun Ilbo.

Menurut harian tersebut yang mengutip sumber militer AS, kendaraan udara tanpa awak (UAV) ini memiliki kelebihan dalam karakter bertempur dibandingkan dengan drone yang digunakan pasukan AS di Irak dan Afghanistan. Peluncuran akan dilaksanakan pada Juli mendatang.

 DRONE HERON

    Ottawa — Angkatan Udara Kanada berencana untuk membeli pesawat tanpa awak baru dalam waktu enam tahun. Keputusan ini diambil setelah menghabiskan waktu hampir dua dekade, dalam menimbang berbagai pilihan.

Pasukan Kanada telah bekerja sejak awal 2000-an untuk menemukan pesawat udara tak berawak yang dapat melakukan pengawasan atas wilayah Kanada yang luas dan mendukung misi di luar negeri.

Namun, selain membeli sejumlah kecil pesawat tak berawak sementara untuk perang di Afghanistan, militer tidak pernah mampu membuat banyak kemajuan dengan armada permanen.

Komandan Angkatan Udara, Letjen Al Meinzinger mengatakan, dia yakin akan segera berubah setelah pemerintah Trudeau menjadi yang pertama yang secara resmi mengesahkan pembelian armada UAV (drone) bersenjata melalui kebijakan pertahanannya.

DRONE MQ-9 REAPER


    JakartaGreater.com – Pesawat udara tanpa awak (UAV) MQ-9 Reaper, yang menurut Menteri Pertahanan Australia Christopher Pyne adalah paling memenuhi persyaratan kemampuan untuk RPAS bersenjata pertama Australia akhirnya dipilih daripada drone bersenjata Heron TP buatan IAI, seperti dilansir dari Israel Defense.

Adanya tekanan dari Amerika Serikat dan fakta bahwa Australia adalah anggota Lima Mata alias Five Eyes tampaknya telah mendukung mainan produksi General Atomics

Departemen Pertahanan Australia mengumumkan telah memilih MQ-9 Reaper, yang diproduksi oleh General Atomics, Amerika Serikat untuk memenuhi kebutuhan Project Air 7003 Phase 1 untuk persyaratan UAV MALE bersenjata.

 

CONTOH DRONE MULTI COPTER UNTUK MILITER

DRONE KAMIKAZE OTONOM


 


Daily Sabah melaporkan bahwa pemain utama dalam industri teknik dan pertahanan, kontraktor pertahanan Turki Defense Technologies Engineering and Trade Inc. (STM) menyediakan 30 KARGU (Autonomous Tactical Multi-Rotor Attack UAV) drone kamikaze dengan face recognition biometrik yang akan menjadi bagian dari Portofolio kekuatan Angkatan Bersenjata Turki pada 2020.

Teknologi ini dikerahkan dalam operasi militer di perbatasan Suriah dan dilengkapi dengan kapasitas serta akurasi amunisi yang lebih tinggi, drone dapat dengan mudah menghancurkan seluruh brigade dan kapal perang. Mereka memiliki sistem kecerdasan buatan yang juga dapat membawa berbagai bahan peledak. Menurut laporan PAX, penggunaan face recognition pada drone untuk mendeteksi target manusia dan dapat secara otomatis menembakkan dan melupakan melalui masuknya koordinat target.

 

 

DRONE KAMIKAZE KARGU

 


Perusahaan Turki STM sedang bersiap untuk mengirimkan lebih dari 500 drone (UAV) Kamikaze Kargu ke militer Turki segera, lansir Defenseworld. Drone serang otonom ini memasuki inventaris Angkatan Bersenjata Turki sekitar setahun yang lalu, lapor Anadolu pada hari Senin, drone saat ini masih menjalani penyempurnaan.

Dengan kemampuan visi alat berat yang canggih, Kargu dapat melakukan misi serangan tunggal atau sebagai bagian dari segerombolan drone hingga 20 platform.

Saat ini sedang dilakukan upaya untuk merampingkan dan meningkatkan algoritma segerombolan untuk melakukan tugas yang berbeda. Selain itu, Ankara berusaha mengintegrasikan Kargu dengan kapal laut, kendaraan lapis baja dan sistem otonom di darat. Menurut laporan itu, drone telah diuji di berbagai negara, dan perusahaan STM sedang dalam pembicaraan dengan tiga negara yang tertarik dengan drone Kargu.

 

 DRONE SKY SAPIENCE

 


Platform Sky Sapience / HoverLite Israel Aerospace Industries adalah UAV tertambat.Muatan tipikal mirip dengan UAV lain, seperti platform kamera gimbaled beresolusi tinggi. Sistem ini dapat digunakan hampir di mana saja karena ini bukan sistem jelajah bebas. Sistem otomatis sangat mudah digunakan. Penutup kotak berisi drone terbuka dengan satu sentuhan tombol. Rotor kontrol berputar secara otomatis. Rotor tengah menyediakan pengangkatan utama. Panel kontrol di tanah memiliki indikator yang berubah warna berdasarkan angin silang. Hijau berarti semuanya baik-baik saja sedangkan kuning menunjukkan sistem sedang stres. Ini secara otomatis mendaratkan unit jika garis merah.EXom SenseFly dirancang untuk penggunaan komersial profesional pada tugas-tugas seperti memeriksa integritas jembatan (Gbr. 4). Ini adalah quadcopter dengan kamera / sensor ultrasonik combo ditempatkan di sekelilingnya. Ini memberikan informasi jangkauan rinci serta kesadaran konteks visual yang lebih baik.

DRONE VELVET WASP


     Velvet Wasp, drone yang dibuat oleh kontraktor pertahanan berbasis di Inggris, Steel Rock, adalah senjata perang yang bisa dikendalikan oleh dua orang dan mampu menembakkan amunisi dengan presisi pada target yang bergerak. Velvet Wasp resmi pada tahun ini di Dubai Air Show 2017 dan mengikuti spesifikasi yang diberikan oleh pembuatnya.

Pembuat Velvet Wasp bersikeras mengatakan bahwa teknologi tersebut hanya boleh digunakan oleh pemerintah dan militer yang disetujui oleh Inggris. Meskipun begitu, drone memiliki tantangan tersendiri dari segi keamanan dan keselamatan.

Velvet Wasp cukup kecil untuk dimasukkan ke bagian belakang truk dan bahkan bisa dilipat. Terbuat dari serat karbon, drone itu berbobot tidak lebih dari 10 kilogram, jika penuh dengan amunisi maka menjadi sekira 30 kilogram. Drone tersebut memiliki delapan baling-baling dan bisa melaju dengan kecepatan hingga 80 kmph untuk jarak 100 kilometer.


    RHV-35 DRONE TERMINATOR TILTROTOR

 

Perusahaan Helikopter JSC asal Rusia, telah mengembangkan sebuah pesawat tanpa awak unik model tiltrotor. Pesawat yang diberi kode RHV-35 ini telah diresmikan di pameran militer ARMY-2016. Model fisiknya keren persis seperti pesawat tak berawak dari film Terminator dengan baling-baling Tiltrotor.

Dengan pengaplikasian empat baling-baling model tiltrotors yang fleksibel, RHV-35 bisa melakukan pendaratan vertikal. Tiltrotors adalah kelas khusus dari rotorcrafts yang memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan sistem pesawat terbang atau drone model tradisional lainya.